13 November 2007
MEMBANGUN RESTORANT DANGAU DAN CAFÉ TANGGUI DI PONTIANAK
Membangun
restaurant Dangau dan Café Tanggui di Pontianak Kalbar
merupakan salah satu pengalaman yang berharga, dengan
luas lahan hampir 2 Ha dengan kondisi site yang masih
rawa-rawa lahan gambut di sepanjang Jl. Ahmad Yani
menuju Bandara Supadio, ini adalah awal saya mengerjakan
proyek di luar Jawa dan di luar kebiasaan saya
mengerjakan proyek sebelumnya yaitu rumah tinggal.
Seperti biasa, dimulai dari survey lokasi, mengukur
untuk mendapatkan data – data teknis untuk bahan
pembuatan disain arsitek sebuah Restaurant dan Café ,
ada semacam cita cita agar nantinya bangunan yang di
rencana menjadi bangunan kenang – kenangan saya di luar
Jawa, keinginan yang hampir di miliki oleh semua arsitek
di dunia saya rasa. Setelah memakan waktu 2 bulan maka
disain awal telah jadi dan sudah bisa di presentasikan
oleh pemilik bapak Suhardiman, dan akhirnya beliau
setuju dengan disain yang kami ajukan walaupun ada
sedikit koreksi koreksi yang perlu di sesuaikan dengan
selera si pemilik.
Setelah gambar rencana selesai dibuat, mulai ke tahap
pelaksanaan, pengukuran, pembuatan bouplank, penentuan
peil ketinggian lantai. Karena lokasi yang cukup luas
hampir 1 hari penuh kita membuat ukuran – ukuran yang
nantinya menjadi patokan penentu ukuran selanjutnya.
Waktu terus berjalan, roda kegiatan pembangunan sudah
terlihat, ada beberapa puluh tenaga kerja terlibat dalam
pembangunan Restourant dan Café tersebut, tenaga kerja
yang berada di sekeliling lingkungan tersebut juga
banyak yang ikut bekerja terlibat dalam pembangunan yang
memakan waktu lebih 2 tahun.
MEMBANGUN PONDASI DI LAHAN GAMBUT
Nah bagian yang paling di luar kebiasaan seperti
membangun gedung di Jawa adalah kondisi tanah. Kalau di
sebagian besar Jawa adalah tanah padat, maka di lokasi
yang di bangun ini adalah lahan gambut yang sangat lunak,
kita menggali tanah 1 meter dalamnya sudah keluar
air…yah ini adalah tantangan.
Akhirnya penentuan system pondasi kami pilih, yaitu
memakai tiang pancang menggunakan kayu bulat dengan
panjang 12 M’ dengan diameter pangkal rata – rata 20 cm,
kayu tersebut sering disebut oleh orang – orang di
Pontianak adalah kayu Betangor. Pondasi foot plate
seperti biasa dengan ukuran tapak bervariasi tergantung
kebutuhan, dimana disetiap foot plate kami pancang kayu
betangor berjumlah 25 buah, dengan jumlah seluruh
footplate 60 titik berarti ada 1600 batang kayu yang
tertancap, belum lagi pada dinding penahan tanah
sepanjang lebih dari 500 M’ dimana disetiap M’ tertancap
kayu diameter 8 dengan panjang 6 M’ berjumlah 10 buah,
berarti ada 5000 batang kayu yang tertancap, wah sungguh
luar biasa membangun pondasi di lahan gambut, belum lagi
kami harus berpacu dengan air yang terus mengalir ketika
pekerjaan pengecoran berlangsung, yang jelas ini adalah
pengalaman yang sangat berharga.
MENJADI BANGUNAN YANG BANYAK DI KUNJUNGI ORANG
Bangunan Restourant Dangau dan Café Tanggui saat ini
sudah jadi 100 %, saat ini sudah banyak pengunjung yang
datang mampir di Restorant dan Cafe tersebut, dari
pejabat, masyarakat, wisatawan dll, sering di lokasi ini
mengadakan kegiatan hiburan mendatangkan artis - artis
dari Jakarta, menjadi icon hiburan di Pontianak yang
banyak menyedot pengunjung datang, jika ada event –
event besar ribuan orang bisa berkumpul di lokasi ini.
Impian dari pemilik restaurant tersebut Bang Adi (
panggilan akrab ) adalah menjadi bangunan yang paling
romantis di Pontianak, ada kolam, taman yang luas,
panggung hiburan di tengah – tengah kolam, alunan musik
dari Café Tanggui di tengah remang malam, pelayanan
restaurant yang ramah dari waitrees, menu sajian
tradisional Indonesia yang mengundang selera, bangunan
tradisional dan bangunan modern bersanding dalam satu
lahan yang luas, gazebo – gazebo lesehan di atas kolam,
wah benar – benar asik suasananya.
Yah, mudah – mudahan bisa menjadi kenangan yang tak
terlupakan di kota seribu sungai Pontianak, juga seribu
kenangan yang tak terlupakan selama tinggal 2 tahun
melaksanakan pembangunan restaurant tersebut.
Widi Sudarmoko
http://bangun-rumah.blogspot.com
|
Artikel Lain :
|
05 November
2007
Di Wawancara Oleh HardRock FM Bali
Pagi ini tgl 6 November jam 8.00 waktu Jakarta / jam 9.00
waktu Bali aku di-wawancara oleh Penyiar Hard Rock FM Bali
via telephone. Dalam program : ARSITEKTUR (Host : Widi &
Inyo Marhan). Topik .... selengkapnya.
30 Oktober
2007
DENAH RUMAH
Dalam membuat rumah banyak cara yang di tempuh arsitek untuk
mulai membuat disain, salah satunya yaitu dengan cara
membuat Denah Rumah,
atau .... selengkapnya.
28 Oktober
2007
BIARPUN RUMAH KECIL
TAPI PAKAI ARSITEK
Rumah ini terletak di daerah Rawa Gelam Jatiwaringin Jakarta
Timur, pemiliknya adalah bapak Wijanarko, sebelumnya beliau
merasa ragu untuk menghubungi Team Bangun Rumah, .... selengkapnya.
24 Oktober
2007
RUMAH TUMBUH SOLUSI
BAGI PEMILIK DANA TERBATAS
RUMAH tumbuh. Inilah tren yang kini berjangkit pada pasangan
muda yang tinggal dan menetap di kota-kota besar di
Indonesia. Dengan dana yang terbatas, banyak pasangan harus
berpikir ulang bila ingin membangun rumah ideal sesuai
impian. .... selengkapnya.
15 Oktober
2007
MENGAPA PERLU ARSITEK
?
Jika kita sakit, kita mencari dokter untuk menyembuhkan penyakit kita, jika kita mempunya mobil dan rusak maka kita mencari seorang montir untuk memperbaiki mobil kita. Dan siapa yang kita perlukan apabila kita ingin membangun Rumah ? .... selengkapnya.
10 Oktober
2007
YANG PERLU
DIPERSIAPKAN UNTUK MEMBANGUN RUMAH
Semua orang pasti bercita – cita dan berkeinginan mempunyai
Rumah sendiri mungkin dengan cara membeli melalui developer
atau membangun sendiri. .... selengkapnya.
|
|
|
|